Zaman para sahabat situasi di daerah luar Islam dan strategi untuk mengembangkan Islam

Posted on : 29 Agustus 2014 | post in : Sejarah dan Perkembangan Islam |Leave a reply |

Pemerintahan dan Masyarakat diluar daerah Islam

Bangsa Persia dan Romawi mendengar kedatangan agama Islam, dan mendengar pula kemenangan-kemenangan yang dicapai oleh kaum muslimin.Mereka mendengar keterangan tentang dasar-dasar Islam bersifat toleransi itu. Bagi mereka adalah pendengaran yang pertama kali adanya suatu agama yang memberikan “hak sama” antara lain raja dan rakyat. Untuk pertama kali mereka mendengar pejabat-pejabat pemerintahan yang miskin, yang menambal kain bajunya dan berbelanja ke pasar sendiri dan sebagainya.Mereka merasakan betapa jauh perbedaan lapangan kehidupan yang mereka rasakan dengan kehidupan yang dirasakan kaum muslimin.Mereka sedang berada dibawah kekuasaan Negara tua Bangka, yang mendekati masa kerobohannya.

Pembesar-pembesar Persia dan Romawi telah menjadi lemah dan tak berdaya lagi disebabkan oleh ambisi untuk memerintahkan dan merebut kekuasaan ditambah pula dengan kehidupan yang serba mewah.Sementara itu rakyatnya ditanda perselisihan-perselisihan dalam agama, kesewenang-wenangan raja dan kezaliman para pembesar. Para prajuritnya telah insyaf bahwa mereka hanya membela suatu yang tidak akan mereka miliki. Mereka hanya membela tanah air yang hanya dimiliki oleh para pembesar dan kebaikannya hanya dinikmati oleh raja-raja.

Sebenarnya, para pembesar Persia telah menyadari bahwa prajuritnya berperang tidaklah dengan keyakinan, bahkan mereka tidak ingin berperang, sehingga Hormaz, Panglima Persia, terpaksa dalam salah satu pertempuran dengan kaum muslimin, mengikat para prajuritnya dengan rantai, supaya mereka tidak dapat melarikan diri dari medan pertempuran. Pertempuran inilah dalam sejarah terkenal dengan sebutan Mauqi’ah dzatis salasil (Pertempuran pasukan berantai). Pasukan Islam dalam pertempuran ini dipimpin oleh Khalid bin Walid. Hal semacam ini, juga pernah dilakukan oleh Romawi. Dikatakan bahwa dalam perang Yarmuk, para prajurit Romawi diikat dengan rantai supaya tidak dapat melarikan diri dari medan pertmpuran.

Di Persia sendiri, suasana diliputi dengan adanya keyakinan yang dikenal dengan nama “Hak Keutuhan yang Suci”, dimana menurut keyakinan ini, raja-raja adalah bayangan Tuhan di atas bumi.

Demikianlah, sehingga jurang pemisah antara raja dan rakyatnya semakin lebar.Sementara itu, bangsa Persia dan Romawi saling bertempur.Dan pertempuran antara kedua Negara ini tidak boleh dikatakan terus-menerus.Kemenangan silih berganti, tetapi pertempuran-pertempuran antara keduanya itu justru membawa pengaruh kelemahan pada kedua kekuatan tersebut.

Negara-negara berada dalam jajahn Romawi selalu mengadakan pemberontakan terhadap kesewenang-wenangan bangsa Romawi.Bermacam-macam pajak, misalnya pajak jiwa, pakaian, perabot rumah, bahkan pajak orang mati, menjadi beban berat yang dipikul oleh Negara-negara jajahan.Mesir yang terkenal dengan “kebun gandum”, misalnya, tak luput dari kekejaman Romawi, karena gandum yang dihasilkannya dirampas.

Sebelum kaum muslimin menyerbu ke Negara Romawi, Negara itu sebenarnya telah hampir roboh. Spanyol telah diduduki oleh bangsa Goth yang berarti robohlah serabi barat Negara Romawi. Sedang serambi timurnya juga telah mendekati masa kejatuhannya ke tangan bangsa Arab. Adapun Persia, hanyalah terdiri dari satu Negara. Tetapi penindasarn keagamaan sedang menjadi-jadi. Pemerintahan keluarga Sasan yang telah memerintah kira-kira empat abad lamanya telah mengalami kelemahan.Akhirnya pemerintahan dipegang oleh Yazdigird III.Raja inilah yang terakhir dari keluarga Sasan.

Ketika dinobatkan menjadi raja, Yazdigird masih dalam usia dua puluh satu tahun. Ia belum banyak mempunyai pengalaman memerintah, sedangakan Negara yang diperintahnya dalam keadaan sudah lemah. Dalam keadaan yang demikian, pecahlah pertempuran antara kaum muslimin di satu pihak dengan bangsa Persia dan Romawi di lain pihak. Serangan yang dilakukan oleh kaum muslimin terhadap bangsa Persia dan Romawi, dalam waktu yang sama itu, merupakan suatu serangan yang menggetarkan kedua bangsa dan taktik semacam ini telah menolong kaum muslimin untuk mencapai kemenangan dalam usaha mengadakan perkembangan dan penyebaran Islam.

Baca tulisan yang terkait:

kata kunci:

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd
Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.
Chat WA langsung