Zakat Fitrah

Posted on : 21 Agustus 2014 | post in : Fiqih Islam |Leave a reply |

PENGERTIAN ZAKAT FITRAH

Zakat fitrah yakni zakat jiwa atau zakat diri. Dan dinamakan dengan zakat fitrah karena berkaitan dengan ‘idul fitri, juga pemberian seseorang yang hanya mengharapkan ridlo alloh.

Seorang muslim berkewajiban mengeluarkan zakat fitrah atas dirinya dan keluarganya seperti istri dan anak. Juga diwajibkan mengeluarkan zakat fitrah atas ayah, ibu, kakek, nenek, pembantu dan lain-lain apabila mereka ada dalam tanggungannya.

DALIL ZAKAT FITRAH

Hadits:

Dari Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam mewajibkan zakat fitrah sebesar satu sho’ kurma atau satu sho’ sya’ir atas seorang hamba, orang merdeka, laki-laki dan perempuan, besar kecil dari orang-orang islam; dan beliau memerintahkan agar dikeluarkan sebelum orang-orang keluar menunaikan sholat. (Muttafaq Alaihi).

Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perkataan yang tidak berguna dan kotor, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Maka barangsiapa yang mengeluarkannya sebelum sholat, ia menjadi zakat yang diterima dan barangsiapa mengeluarkannya setelah sholat, ia menjadi sedekah biasa. Riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah. Hadits shahih menurut Hakim

SYARAT WAJIB ZAKAT FITRAH

  1. Orang muslim
  2. Merdeka
  3. Mempunyai kelebihan makanan pokok untuk dirinya dan keluarganya
  4. Masih hidup pada saat terbenamnya matahari di akhir bulan Romadhon

RUKUN ZAKAT FITRAH

Rukun zakat fitrah yaitu:

  1. Niat
  2. Bahan pokok  yang jadi zakatnya
  3. Ada penerima zakatnya
  4. Ada penunai zakatnya

NIAT  ZAKAT FITRAH

Untuk niat ketika mengeluarkan zakat fitrah seperti ini : “Bismillahhirrohmanirrohim. Nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘an nafsii fardlo lillahi ta’ala”

BESAR ZAKAT FITRAH ATAU JUMLAH ZAKAT FITRAH

Para ulama madzab sepakat jumlah yang wajib dikeluarkan besarnya zakat fitrah itu satu sha’, (1 gantang ) yakni 2,5 kg atau 3 ¼ liter bahan makanan pokok, seperti beras, gandum dan kurm, anggur kering maupun jagung dan seterusnya yang menjadi kiebiasaan makanan pokok.. Boleh pula makanan pokok tersebut diganti dengan uang yang senilai harganya.

WAKTU MENGELUARKAN ZAKAT FITRAH

Ada beberapa pendapat para Imam Madzhab Fiqih dalam waktu mengeluarkan zakat ini.

IMAM SYAFI’I:

Untuk waktu mengeluarkannya zakat fitrah ada 3 waktu yaitu:

  1. Wajib, akhir bulan romadlon dan awal bulan syawal, artinya pada tenggelamnya matahari dan sebelumnya sedikit pada hari akhir bulan romadlon.
  2. Sunnah, mengeluarkannya pada awal hari raya
  3. Haram,mengeluarkannya setelah tenggelam matahari pada hari pertama (syawal)

IMAM HAMBALI:

  1. Haram, jika mengeluarkan zakatnya terlambat yaitu setelah selesai hari raya
  2. Dapat pahala, jika dikeluarkannya zakat itu sebelum hari raya atau atau dua hari sbelum hari raya atau ‘id.
  3. Tidak dapat pahala, jika diberikannya sebelum hari-hari tersebut

IMAM MALIKI:

Wajib, yaitu untuk mengeluarkan zakat pada tenggelamnya matahari pada hari terakhir bulan romadlon.

Kesimpulannya dari pendapat diatas, bahwa zakat fitrah dikeluarkan pada hari raya fitri sebelum sholat ‘idul fitri dan boleh dikeluarkan sejak tibanya bulan romadlon.

ORANG YANG BERHAK MENERIMA ZAKAT FITRAH

Semua para ulama Madzab sepakat, bahwa orang – orang yang berhak menerima zakat fitrah itu adalah orang yang berhak menerima zakat secara umum, sebagaimana yang telah dijelaskan di dalam al-qur’an surat at-taubah ayat 60 yang artinya:

“sesungguhny zakat itu hanya untuk orang-orang fakir (fuqoro), miskin (masakin), pengurus zakat (‘aamiliin), orang yang dibujuk hatinya (mu-alaf), untuk memerdekakan (riqob), orang yang berhutang (ghorimiin), untuk jalan alloh (fii sabilillah) dan untuk orang yang musafir (ibnu sabiil), yang demikian ketentuan dari alloh”

ORANG YANG TIDAK BERHAK MENERIMA ZAKAT FITRAH

Ada tujuh golongan yang tidak berhak menerima zakat, yaitu:
1. Bani Hasyim, yaitu Nabi n dan kerabatnya
2. Orang kaya yang tidak termasuk kepada golongan mustahiq zakat 
3. Orang yang berfisik kuat dan berpenghasilan cukup
4. Orang yang dinafkahinya
5. Orang yang tercukupi nafkahnya oleh yang menanggungnya.
6. Budak
7. Orang kafir

DOA ZAKAT FITRAH

Dianjurkan untuk mendoakan kepada orang yang mengeluarkan zakat, ketika diambil atau diserahkan. Rosululloh saw apabila didatangi orang yang menyerahkan zakatnya, beliau berdoa: ‘alloohumma sholli ‘alaihim’ artinya: “yaa alloh, berilah rahmat atas mereka”.

Imam syafi’i biasa berdo’a dengan lafadz:

“ajarokalloohu fiimaa a’thoita wa baarokalloohu fiimaa abqoita”

Artinya: “semoga alloh memberi pahala dari apa yang engkau keluarkan, dan memberkati dari apa yang tersisa”.

DAI KEMBAR zakat-fitrah Zakat Fitrah Fiqih Islam  yang menerima zakat fitrah waktu mengeluarkan zakat fitrah syarat zakat fitah syarat wajib zakat fitrah rukun zakat fitrah pengertian zakat fitrah niat zakat fitrah jumlah zakat fitrah hadzzit zakat fitrah doa zakat fitrah dalil zakat fitrah besar zakat fitrah

Zakat fitrah

Baca tulisan yang terkait:

kata kunci:

Tag: , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd
Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.
Chat WA langsung