Tanya Jawab seputar haji dan umroh

Tanya Jawab 2

TANYA JAWAB IBADAH HAJI DAN UMROH

(Diambil dari Buku Panduan Doa, Dzikir, dan Tanya Jawab Ibadah Haji

Kementrian Agama RI tahun 2010)

  1. Pengertian, Syarat, Rukun dan Wajib Haji

 

  1. Apakah yang dimaksud ibadah haji?

Ibadah haji ialah berkunjung ke Baitullah (ka’bah) untuk melakukan beberapa amalan, antara lain; wukuf, mabit, thawaf, sa’i, dan amalan lainnya pada masa tertentu, demi memenuhi panggilan Allah SWT dan mengharapkan ridho Allah SWT.

 

  1. Apakah yang dimaksud ibdaha umroh?

Ibadah umroh ialah berkunjung ke Baitullah untuk melaksanakan thawaf, sa’i, dan mencukur/ menggunting rambut (tahallul).

 

  1. Apakah hukum ibadah haji dan umroh?

Hukum ibadah haji dan umroh adalah wajib bagi yang mampu dan dilaksanakan sekali dalam seumur hidup.

 

  1. Apakah ibadah haji harus digabung dengan ibadah umroh?

Ibadah haji dan ibadah umroh merupakan dua peribadatan yang masing-masing berdiri sendiri. Dengan demikian tidak setiap ibadah haji harus digabungdengan ibadah umroh. Hanya dikarenakan banyak waktu tinggal pada saat melaksanakan haji, biasanya dimanfaatkan umat Muslim untuk berumroh juga.

 

  1. Apa yang dimaksud dengan haji tamattu’ ?

Haji tamattu’ adalah melaksanakan umroh terlebih dahulu kemudian mengerjakan haji. Cara ini dikenakan dam.

 

  1. Apa yang dimaksud haji ifrod?

Haji ifrod adalah melaukan haji saja. Bagi yang juga akan melaksanakan ibadah umroh, maka setelah selesai melaksanakan hajinya. Adapun mengambil miqot umroh nya bisa di mesjid tan’im atau mesjid ji’ranah, hudaibiyah atau daerah tempat halal lainnya. Cara ini tidak dikenakan dam.

 

  1. Apa yang dimaksud dengan Haji Qiran ?

Haji qiran ialah mengerjakan haji dan umroh di dalam satu niat dan satu pekerjaan sekaligus. Cara ini juga wajib membayar dam nusuk. Pelaksanaannya sama dengan haji tamattu’.

 

  1. Apa syarat wajib haji/ umroh ?

Syarat wajib haji/ umroh ada lima:

  1. Islam
  2. Baligh (dewasa)
  3. Berakal sehat
  4. Merdeka (bukan budak)
  5. Istita’ah (mampu)

Setiap orang yang belum memenuhi syarat tersebut belum wajib berhaji/ umroh.

 

  1. Apakah yang dimaksud dengan istitha’ah (mampu) dalam ibadah haji ?

Istita’ah (mampu) dalam ibadah haji adalah sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW disaat ditanya tentang istitha’ah beliau menjawab yaitu bekal di kendaraan. Yang dimaksud dngan bekal adalah bekal materi, pengetahuan, dan kesehatansedangkan yang dimaksud dengan kendaraan adalah sesuatu yang dapat menghantarkan kita melaksanakan ibadah haji yaitu kendaraan, waktu, kesempatan (quota) termasuk penugasan.

 

  1. Ada berapa rukun haji itu?

Rukun haji ada enam:

  1. Ihram (niat)
  2. Wukuf di Arafah
  3. Sa’i
  4. Bercukur
  5. Tertib sesuai dengan tuntutan manasik haji. Apabila tidak melaksanakan salah satu rukun haji tersebut hajinya tidak sah.

 

  1. Ada berapa wajib haji ?

Wajib haji ada enam:

  1. Ihram haji dari miqot
  2. Mabit di Mudzdalifah
  3. Mabit di Mina
  4. Melontar jumroh
  5. Menghindari perbuatan yang terlarang dalam keadaan berihram
  6. Thawaf wada’ bagi yang akan meninggalakan Mekah.

Apablia meninggalakan salah satu wajib haji, maka haji nya sah, akan tetapi wajib membayar dam. Meninggalkan thawaf wada’ bagi jamaah haji yang udzur (sakit atau haid) tidak dikenakan dam.

 

  1. Apa yang dimaksud tertib dalam pelaksanaan ibdah haji ?

Yang dimaksud dengan tertib dalam pelaksanaan ibadah haji ialah melaksankan ketentuan hukum manasik sesuai dengan aturan yang ada.

 

  1. Ada berapakah rukun umroh ?

Rukun umroh ada lima:

  1. Ihram ( niat )
  2. Thawaf
  3. Sa’i
  4. Bercukur
  5. Tertib

Apablia meninggalakan salah satu rukun umroh, maka umrohnya tidah sah.

 

  1. Apa yang dimaksud wajib umroh ?

Wajib umroh adalah ihram umroh dari miqot dan tidak melakukan perbuatan/ hal-hal yang diharamkan pada waktu melakukan umroh. Apabila meninggalkan wajib umroh, maka wajib membayar dam.

 

  1. Apa yang dimaksud wajib umroh ?

Umroh wajib ialah umroh yang baru pertama kali dilakukan (disebut juga umratul islam), atau umroh yang dilakukan karena nazar.

 

  1. Apa yang dimaksud umroh sunat ?

Umroh sunat ialah umrah yang dilaksankan untuk yang kedua kali dan seterusnya, dan bukan karena nazar.

 

  1. Apa benar melaksanakan umrah tujuh kali sama pahalanya dengan melaksanakan ibadah haji satu kali ?

Tidak benar, karena tidak ada dalil yang mengatakan demikian.

 

  1. Apa boleh melakukan umrah berkali-kali sebelum wukuf ?

Diperbolehkan melakukan umrah berkali-kali, namun untuk menjaga kondisi kesehatan dalam rangka persiapan wukuf, sebaiknya tidak melakukan umrah berkali-kalim sebelum wukuf, mengingat Rasululloh SAW melakukan umrah empat kali dalam empat tahun yang berbeda.

 

 

Baca tulisan yang terkait:

kata kunci:

Tags:
Rate this article!

Related Posts

2 Responses

  1. author

    Rony Kristianto7 Maret 2017 at 13:39Reply

    Assalamu’alaikum. Pertanyaan saya, jika ada seorang kurang mamapu sangat berkeinginan menunaikan ibadah haji dan sudah mendapatkan jadwalnya tahun 2017 ini berangkat. tetapi ternyata dia harus mengeluarkan banyak uang lagi sebagai syarat tambahan seperti membayar DAM sebesar 900 real (Rp. 3.240.000). Sedangkan uang sakunya aja dia msh bingung dpt dari mana nantinya. Apakah dia tetap harus membayar uang tersebut atau boleh dibebaskan dari kewajiban tersebut. Mohon penjelasannya. Terima kasih. Wassalamu’alaikum

    • author Author

      admin10 Maret 2017 at 10:43Reply

      DAM adalah Denda atau tebusan bagi mereka yang menunaikan haji atau umrah tetapi melakukan pelanggaran ketentuan atau peraturan yang telah ditetapkan. jadi perlunya manasik itu agar bisa melaksanakan ibadah yang benar dan sempurna mudah-mudahan tidak kena DAM dan tidak melngeluarkan biaya tersebut. Husnudhon kami mungkin saja uang uyang diminta tersebut untuk jaga-jaga dan Kalau Uang DAM itu tidak dipakai nanti dikembalikan lagi ke jamaah. Wallohu ‘Alam

Tinggalkan Balasan