Talqin Dzikir dalam Ilmu Tasawuf

Talqin dzikir telah banyak dibahas dalam kajian ilmu fiqih tetapi di artikel website ustadz kembar tentang Talqin Dzikir dalam kajian ilmu tasawuf.

Didalam sebagian thoriqoh ada yang dinamakan *Talqin dzikir (pengajaran dzikir)*, yaitu pendiktean kalimat dzikir laa ilaaha illalloh dan pengajaran atau pendiktean ismu dzat lafadz Alloh secara batiniyyah dari seorang *Guru Mursyid* kepada muridnya. Dalam pelaksanaan dzikir thoriqoh, seseorang pengamal dzikir harus  mempunyai sanad (ikatan) yang muttasil (bersambung) dari guru Mursyidnya yang terus bersambung sampai kepada  Rosululloh Muhammad saw. Penisbatan (pengakuan adanya hubungan) seorang murid dengan guru Mursyidnya hanya bisa terjadi melalui talqin dari seorang Guru yang telah memperoleh izin (dengan bukti sertifikat yang sah) untuk memberikan ijazah yang sah yang bersandar kepada Mursyid Shohibuth Thoriqoh yang terus bersambung sampai kepada rosululloh Saw Muhammad SAW . Didalam kitab miftahush Shudur : “Dzikir tidak akan memberikan faidah yang sempurna kecuali melalui taqin dzikir dari seorang Mursyid. Bahkan mayoritas ulama thoriqoh menjadikan talqin dzikir ini sebagai salah satu syarat dalam berthoriqoh ini. Karena rahasia dalam thoriqoh yang sesungguhnya adalah keterikatan antara satu hati – dengan hati  yang lainnya sampai kepada Rosululloh SAW yang bersambung sampai ke hadirat Yang Maha Kuasa. Dan seseorang yang telah memperoleh talqin dzikir dari seorang Guru Mursyid, berarti dia telah masuk atau bergabung melalui silsilahnya para Awliya Alloh yang agung. Perumpamaan orang yang berdzikir yang telah di talqin dzikir oleh guru Mursyid itu seperti lingkaran rantai yang saling bergandengan hingga bersambung sampai induknya yaitu Rosululloh saw. Jadi kalau induknya menarik maka semua lingkaran akan terangkat akan ikut tertarik kemanapun arah tarikannya. Dan silsilah para Wali Alloh sampai kepada rosululloh Saw itu bagaikan sebuah rangkaian lingkaran – lingkaran anak rantai yang saling berhubungan. Berbeda dengan orang yang sering berdzikir tetapi belum bertalqin kepada guru Mursyid, ibarat anak rantai yang terlepas dari rangkaiannya. Seumpama  induk rantai itu ditarik, maka ia tidak akan tertarik .  *KAPAN HARUS DI TALQIN DZIKIR ?*Rosululloh SAW bersabda :”Talqinlah oleh kamu orang-orang yang akan mati dengan *laa ilaaha illalloh* Dengan hadits ini, jelas bahwa yang harus di ajari mengucapkan kalimat laa ilaaha illalloh itu adalah *”orang yang akan mati”* bukan hanya kepada yang sedang menghadapi sakarotil maut saja, karena bukankah orang yang sehat wal’afiat juga *”akan”* mati ?. Daripada menunggu sampai sudah sekarat, alangkah baiknya kalau dari sekarang, selagi kita masih sehat dan mampu, karena apabila kita sudah jatuh sakit, yang kadang-kadang sampai tidak bisa makan dan minum, apalagi diajari dzikir, tidak menyenangi dzikir secara syariat tentu akan sulit. Kalau sakarotil maut sudah datang, mata melotot juga sudah tidak bisa melihat, telinga sudah tidak bisa mendengar lagi, mulut sudah tidak dapat berkata-kata lagi, kemauan dan kesanggupan sudah hilang sama sekali, rasa pedih yang luar biasa di saat proses pencabutan nyawa. Maka alangkah baiknya di talqin dzikir itu ketika sehat. Jangan di nanti-nanti, coba renungkan kalau seandainya keburu datang bencana atau banjir tsunami melahap ke daerah kita atau negara kita …siapa yang akan menalqin kita ? Terus pada saat kena bencana ustadznya juga ditalqin sama siapa ? Tidak ada. Semua pada sekarat termasuk Ustadznya.  Jadi talqin itu baiknya kapan? Jawabannya harus segera mumpung sehat. *APA PERBEDAAN TA’LIM DAN TALQIN ?* Syeikh M. Abdul Gaos Saefulloh Maslul al-Qodiri  An-Naqsyabandy Al-Kammil Al-Muwafaq Ash-Shomadani q.s : *”Kalau Ta’lim* tempatnya majlis ta’lim, Gurunya disebut Mu’alim , yang diajarkannya adalah ‘ilmu , pelajarnya disebut Muta’alim , sasarannya adalah agar menjadi orang ‘Alim, waktu belajarnya relatif lama. *Kalau TALQIN* tempatnya disebut majlis dzikir, Gurunya adalah Mursyid, yang diajarkannya adalah dzikir, pelajarnya disebut Murid, sasarannya agar menjadi  Dzakir (orang yang selalu ingat kepada Alloh ), waktu belajarnya relatif  singkat (bisa satu detik dan kedua kurang dari satu menit )”. *APA SYARATNYA KALAU ADA ORANG YANG INGIN DITALQIN ?* Syaratnya memiliki hati yang kotor dan banyak dosa dan ingin memiliki hati bersih dan ingin mengenal Alloh. Karena talqin dzikir itu tujuannya untuk membersihkan hati yang kotor (riya, sombong, ujub, iri dengki , memiliki dendam, sulit sabar , sulit ridlo, hati  tidak tenang   gelisah, tidak bisa ikhlash, tidak bisa khusyu dll). Jadi kalau sudah merasa suci bersih dan tidak memiliki dosa maka tidak perlu ditalqin dzikir thoriqohnya.  *APA MANFAAT TALQIN DZIKIR BAGI ORANG YANG MASIH HIDUP ?* Dalam kitab ihya ulumuddin karya imam al-Ghazali q.s : bahwa ada hadits Rosululloh bersabda Talqinlah orang yang mati…” ada sahabat bertanya “bagaimana jika yang di talqin itu masih hidup? ” jawab rosululloh Saw : “itu Ahdam, ahdam, ahdam… akan meleburkan dosa”. Juga dalam *kitab jami’ul ushulil auliya : “Bahwa Sesungguhnya sesungguhnya rosululloh Saw telah mentalqin para sahabat dengan kalimat laa ilaaha illalloh agar menjadi bersih hatinya, suci jiwanya, bahagia dan agar sampai kepada Alloh sehingga selalu berkomunikasi kepada Alloh”*. itu lah manfaat talqin dzikir. *KEPADA SIAPA HARUS DI TALQINNYA ?* Jawabannya Mursyid. *PERLUKAH MANUSIA MEMILIKI GURU MURSYID ?*jawabannya  wajib. kita perlu membersihkan hati dari segala kotoran atau penyakit-penyakit hati dan itu harus ada pembimbingnya yaitu Guru Ruh . Dan dalam kitab bidayatus salikin dijelaskan ada qoidah fiqih “laa yatimul wajib illa bihi fahuwa wajib” tidaklah sempurna kewajiban kecuali dengan sesuatu perkara, maka sesuatu perkara tersebut hukumnya jadi wajib ” Alloh tidak akan menerima ibadahnya yang berhati munafiq, hati yang tidak khusyu, hati yang tidak menuju Alloh, hati yang kotor oleh sebab itu diperlukan mempelajari ilmu hati atau Ilmu Ruh. Disinilah maka perlu seorang guru ruh yaitu Guru Mursyid . Imam Al ghazali berusaha untuk membersihka jiwa selama bertahun tahun tetapi gagal dan keberhasilan itu akhirnya tercapai dengan mudah dan cepat setelah ada Guru Pembimbing atau Mursyid. Banyak kisah para ulama membersihkan jiwanya sendiri tapi banyak yang gagal namun setelah dibimbing seorang Syeikh Mursyid semua itu dapat dicapai. *Syeikh Wahab Asy-Sya’roni q.s dalam kitab anwarul qudsiyyah : “mencari Syeikh Mursyid untuk jalan menuju Alloh hukumnya wajib bagi setiap murid walaupun sudah mencapai kedudukan Ulama besar (memiliki jamaah yang banyak), sesungguhnya setiap orang yang tidak memiliki dzikir dari Guru mursyid untuk mengeluarkan sifat yang jelek maka orang tersebut telah bermaksiat kepada Alloh dan rosulnya sebab dia tidak akan dapat petunjuk thoriqoh untuk menyembuhkan penyakit ruh kecuali memiliki seorang Guru Mursyid dan tidaklah bermanfaat tanpa guru Mursyid walaupun sudah hafal seribu kitab”.  Syeikh Abi Hasan Asy-Syadzily q.s : “Wajib bagi setiap orang untuk memiliki Syeikh Mursyid walaupun orang tersebut sudah menjadi ulama besar . Juga dalam *kitab Sirrul asror Syeikh Abdul Qodir Al Jaelani Q.s :”Wajib bagi setiap manusia untuk mencari kehidupan hati bangsa keakheratan dari AHLI TALQIN sebelum meninggalkan dunia”* Yang jadi pertanyaan *SIAPA YANG DISEBUT AHLI TALQIN ITU ?* Ahli talqin itu adalah Mursyid. *BOLEHKAH YANG BUKAN MURSYID MENTALQIN DZIKIR THORIQOH ?* Jawabannya boleh kalau sudah ada izin resmi atau sertifikat dari Guru mursyidnya . Dalam kitab sufi bayanuth tashdiq dijelaskan “tidak boleh mengajarkan atau memberikan talqin dzikir kepada yang lain kecuali kalau sudah ada izin resmi (sertifikat ) dari mursyid” juga ulama ahli ma’rifat mengatakan :”tidak boleh memberikan ijazah atau talqin dzikir kepada orang lain seenaknya tanpa izin karena hal itu tidak akan membawa kemaslahatan tapi akan menjadi kerusakan kpd orang lain dan dirinya sendiri  bahkan  sama dengan merusak dan memutuskan silsilah  (mata rantai) . *APAKAH SETIAP ORANG YANG SUDAH DITALQIN OLEH MURSYID ATAU PARA WAKIL MURSYID DIBOLEHKAN SECARA OTOMATIS MENGAJARKAN DZIKIR  (MENTALQINKANNYA)  KE YANG LAINNYA JUGA ?* jawabannya tidak boleh. Karena ini masalah urusan ruh harus oleh ahlinya yaitu Syeikh mursyid, kecuali ada izin atau bukti sertifikat dari mursyid. *Didalam kitab bayanuth tashdiq pasal fii man yashihhu ayyatakhidza syaikhon (Bab Orang yang sah dijadikan guru Mursyid ) :”Sesungguhnya tidaklah boleh memberikan ijazah amalan dzikir thoriqoh atau talqin dzikir kepada murid-murid atau orang lain sebelum ada Tarbiyyah (pendidikan) yakni dilantik serta diberi izin oleh syeikh mursyid dan surat tanda izin piagam (sertifikat)”. Begitupun kata para Imam Rohimahumulloh : “Sudah tidak ragu lagi , barangsiapa yang berani memberikan ijazah dzikir atau talqin dzikir tanpa izin dari Guru Mursyidnya sama saja dengan meruksak thoriqohnya daripada memaslahatkannya bahkan sama saja melakukan perbuatan dosa karena telah memutuskan ajaran dan silsilah THORIQOH yang tersambung . Dan orang atau murid yang telah mentalqin tanpa izin tersebut maka telah terpisah (dari silsilah) dan terlempar dari martabat murid shodiq (yang benar) dan terhalang untuk mencapai martabat guru ma’rifat “* Jadi boleh mengajarkan atau mengijazahkan dzikir tersebut kalau sudah ada izin. Dan setiap orang yang diizinkan oleh mursyid untuk mentalqin dzikir itu  kedudukannya sebagai wakil mursyid saja atau wakil talqin saja dan bukan sebagai mursyid. Dan yang berhak mengangkat wakil talqin itu adalah hak prerogratif mursyid sendiri. Dan wakil talqin hanyalah sebagai perantara saja untuk memudahkan pengajaran dzikir bagi yang jauh yang tidak sempat langsung belajar talqin kepada Syeikh Mursyid . Maka tidaklah heran dengan kebijakannya sang mursyid mengangkat Wakil talqin  diberbagai kabupaten , propinsi bahkan di luar negeri dan kemungkinan wakil talqin akan terus bertambah sesuai keadaan , perkembangan dan pandangan mursyid. *APAKAH SETIAP ULAMA ITU MURSYID ?*Tidak, tapi Setiap mursyid pasti Ulama tapi tidak setiap ulama itu Mursyid. Sama seperti ungkapan “setiap Rosul pasti nabi tapi tidak setiap Nabi itu Rosul.

.
Mudah-mudahan artikel talqin dzikir dalam kajian ilmu tasawuf ini akan menambah wawasan pengetahuan islam.

Baca tulisan yang terkait:

kata kunci:

Tags:
Rate this article!

Related Posts

Tinggalkan Balasan