Sejarah timbulnya Ushul Fiqih

Posted on : 14 September 2011 | post in : Ushul Fiqih |Leave a reply |

SEJARAH TIMBULNYA USHUL FIQIH

Sesungguhnya pada masa Nabi saw. Ilmu ushul fiqih atau pembukuannya belum ada sebab jika muncul suatu persoalan yang belum ada ketentuan didalam nash qur’an atau sunnah, para sahabat dapat langsung menanyakan soal-soal tersebut kepada Nabi saw.

        Jelasnya pada masa nabi ini mereka tidak menggunakan ilmu ushul fiqih dalam bentuk teori, tetapi pada hakekatnya mereka dipenuhi oleh pengetahuan tentang ushul fiqih.

        Namun, setelah islam makin berkembang luas dan rosululloh juga para sahabat Nabi telah tiada mulai makin banyak persoalan-persoalan baru dimasyarakat sesuai dengan perkembangan zaman, muncullah para pemikir Islam yang berusaha membikin qoidah-qoidah untuk mengetahui bahasa arab sesuai dengan maksudnya serta membikin peraturan-peraturan dalam berijtihad dan pengambilan hukum agar didapatkan suatu hasil ijtihad yang benar.

PROSES PERKEMBANGAN USHUL FIQIH

        Ilmu ushul fiqih sekitar abad ke II belum tersusun rapih sebagaimana yang kita lihat zaman sekarang ini karena pada abad itu belum begitu diperlukan namun masih berbentuk qoidah-qoidah yang terpencar dalam kitab-kitab fiqih, hal itu disebabkan para mujtahid dan para Imam madzhab apabila menunjukan suatu hokum beliau mengkoodifikasikan dalam ilmu fiqihserta menjelaskan bagaimana cara beristimbathnya (dalam menentukan hokum terhadap suatu persoalan)

        Dan karena makin banyaknya persoalan-persoalan yang timbul dan juga karena akibat pengaruh kemajuan zaman dalam berbagai bidang sehingga mendorong para ulama untuk menyusun qoidah-qoidah syar’iyah dan qoidah-qoidah lughowiyyah

        Dari tersusunnya qoidah-qoidah syar’iyyaf pada abad tersebut berarti tersusunlah ilmu ushul fiqih. Dan yang mula-mula menyusun materi serta qoidah-qoidah yang berpencaran tersebut adalah Abu Yusuf seorang sahabat dan murid dari Imam Abu Hanifah.

        Adapun ulama yang pertama kali menyusun dan mencatat ilmu ushul fiqih secara sempurna, yaitu Imam Muhammad Bin Idris Asy-Syafi’I (150-240 H) yang ditulisnya dalam kitab “ar-risalah”. Kitab ini adalah kitab yang pertama dikarang oleh Imam Syafi’I dalam usia muda belia, beliau mengarang kitab ini atas permintaan Abdurrahman bin Mahdi  seorang ahli hadits terkemuka pada saat itu.

        Kitab Ar-Risalah ini didalamnya terdapat pokok-pokok pikiran Imam Syafi’I dalam menetapkan hukum juga tentang kedudukan qur’an, Sunnah,Ijma,Qiyas, serta pokok-pokok pengambilan hukum.

       Paraalim ulama angkatan baru banyak mengambil beberapa sumber pokok dari yang disebutkan diatas. Dan adapun yang mengumpulkan diantara pendapa Imam Hanafi dan Imam Syafi’I, adalah:

  1. As-Syaukani dengan kitabnya badiun Nidzam (W 694 H)
  2. Syadrus Syar’iyah dengan kitabnya tankihul Ushul (W 747 H)
  3. Asy-Syatiby dengan kitabnya al-muwafaqot (W 760 H)
  4. Kamal bin Hammam dengan kitabnya At-Tahrir (W 861H)
  5. Dan lain-lain

Bahkan  banyak kitab-kitab ushul fiqih yang baru yang di susun dan dikarang oleh para alim ulama  Indonesia sejak ushul fiqih menembus masyarakatIndonesiapada abad ke 13 H/ abad 19 M sampai sekarang.

Baca tulisan yang terkait:

kata kunci:

Tag: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd
Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.
Chat WA langsung