Peradaban Bangsa Arab Sebelum lahirnya Peradaban Islam

Posted on : 28 September 2014 | post in : Sejarah dan Perkembangan Islam |Leave a reply |

Peradaban Bangsa Arab Sebelum lahirnya Peradaban Islam

Bangsa Arab, sebelum Islam, mempunyai peradaban Jahiliyah. Ini disebabkan negeri Arab rakyatnya mempunyai kepercayaan yang bermacam-macam, ada yang menyembah bintang, menyembah kayu, menyembah batu, ada pula yang menyembah jin, ruh, hantu dan sebabgainya. Seperti kabillah yang disebut kaum Ad, adalah penyembah kayu, batu, serta manusia yang dianggap sakti.Kaum Tsamud juga merupakan penyembah berhala. Ada pula yang masih menganut ajaran Nabi Ibrahim dan Ismail, yaitu menyembah Allah serta mengerjakan ibadah haji, tetapi jumlah mereka sedikit sekali, disbanding dengan orang-orang yang menyembah berhala.

Sebelum Islam, bangsa Arab ada juga yang memeluk agama Nasrani dan Yahudi, namun tidak mampu merubah kebiasaan bangsa Arab yang telah mendarah-daging dalam memuja dalam memuja berhala, karena agama tersebut telah bercampur-baur dengan bid’ah dan khurafat. Keadaan di tanah Arab tidak berbeda dengan keadaan dunia pada umumnya, baik keadaan di Romawi-Persia-Yunani-Arab, hamper sama dalam keadaan yang rusak, dendam-kesumat terjadi, pertumpahan darah tidak henti-hentinya. Di Arab, sukuisme merajalela, orang lebih membela kesukaan daripada kemanusiaan. Gara-gara sebiji kurma bisa mengakibatkan hilangnya nyawa manusia.Seorang kaya yang berkuasa bisa mempunyai gundik ratusan orang wanita kesenangannya.Nilai wanita bagaikan benda yang bisa diwariskan dan dipakai sebagai permainan.Seorang anak laki-laki tidak sedikit yang mengawini istri mendiang ayahnya.Bila wanita disukai, maka dicarinya, bila tidak disukai, maka setelah jemu dibuangnya.

Orang Arab ketika itu mempunyai watak pendendam, banyak permusuhan terjadi tanpa sebab yang jelas, mereka hanya melanjutkan dendam kesumat nenek moyangnya masing-masing. Mereka senang dengan permusuhan dan kebesaran suku dan keluarganya belaka untuk bisa menjadi orang yang kuat melawan orang lain, akibatnya mereka berfikiran keliru, yakni menghendaki anak keturunnya bisa mengalahkan keturun lain. Oleh karena itu, mereka hanya menginginkan anak yang laki-laki yang merupakan kebanggan luar biasa untuk kebesaran ayahnya, bahkan bila mempunyai anak perempuan seakan-akan mendapatkan aib yang besar, merasa malu dan tidak terhormat , akan di ejek orang. Agar tidak ada ejekan, maka anak yang lahir bila perempuan, mereka lebih senang membunuhnya daripada hidup dan juga lebih terhormat mengubur anak perempuan hidup-hidup.

Mereka suka minum khamar yang merupakan sumber malapetaka kehidupan, sebab dari khamar itu akibatnya mereka melanjutkan perbuatan biadab, yakni berzinah, berjudi, membunuh dan perbuatan keji yang lainnya. Karena keadaan morat yang merosot dengan drastic ini, maka diperlukan manusia sebagai utusan Allah yang tangguh, suci, berani, tak ada laun manusia semacam itu hanyalah seorang nabiyullah, sekaligus sebagai Rasul penutup.

Kebiasaan bangsa Arab dalam berekonomi ketika itu, adalah berdagang, mereka menjadi kafilah yang berangkat berhari-hari, bahkan berbulan-bulan mengirimkan dagangan ke negeri-negeri lain untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.Ka’bah sebagai tempat suci telah mereka kotori, dengan patung-patung sesembahan.Tuhan-tuhan yang merekan buat sendiri. Bila mereka akan melakukan perjalanan berdagang, mereka memohon berkah kepada patung, Tuhan bisu yang mereka ciptakan. Untuk memohon berkah kepada patung itu, mereka harus membayar pada penguasa patung yakni orang yang menunggu patung dengan bayaran mahal, agar selamat dan berkah dalam perjalanannya.Itulah peradaban Jahiliyah yang dapat disebut juga peradaban “Materialistis” yang menuhankan pada harta dan benda.

 

Baca tulisan yang terkait:

kata kunci:

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd
Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.
Chat WA langsung