Cara Penyebaran Islam di masa kerajaan Bani Umayyah

Posted on : 20 September 2014 | post in : Sejarah dan Perkembangan Islam |Leave a reply |

Permintaan Bantuan kepada Kerajaan Islam dan Cara Penyebaran Islam.

Musa bin Nushair, Gubernur Jenderal Afrika Utara di jaman Khalifah Walid bin Abdil Malik, telah dapat menaklukkan seluruh Afrika Utara bagian barat, kecuali kota Cueta yang berbentang kuat dan dipetintah oleh seorang bangsawan bernama Graf Yulian.

Permusuhan Roderik dan Yulian

Bangsa Arab ketika itu mengintai peluang yang baik untuk menaklukkan tanah Spanyol. Pada tahun 710 M, mangkatlah Witiza, raja Gothia Baat di Anadalus dan singgasananya diduduki secara paksa oleh panglimanya, Roderik, maka semua putra Witiza dendam pada Roderik untuk merebut kembali kedudukan mendiang ayahnya. Untuk usaha ini mereka bersekutu dengan Graf Yulian yang juga musuh Roderik. Maka, karena Graf Yulian sepakat, lalu ia meminta bantuan untuk maksud tersebut kepada Musa bin Nusair.

Tentu permintaan ini diterima Musa dan segeralah meminta kepada Khalifah Walid agar mengijinkan penyerangan Spanyol ini.Permohonan Musa dikabulkan dengan pesan agar berhati-hati terhadap Graf, sebab mungkin itu tipuan untuk membinasakan tentara Islam.

Untuk mengetes keberana Graf, maka Musa memerintah perwira Tharif bin Malik hanya membawa 500 orang tentara.Menguasai beberapa pelabuhan di Spanyol Selatan tahun 710 M. ternyata Tharif mendapat bantuan besar dari Graf sehingga beroleh kemenangan dan harta rampasan amat banyak. Musa semakin yakin, maka ia menyediakan 7.000 orang tentara pilihan, sebahagian besar bangsa Barbar. Pimpinan seorang Panglima, diserahkan pada Tharik bin Ziad yang ketika itu jabat Gubernur kota Tanger.

Tharik bin Ziad

Tharik bin Ziad pada tahun 711 M, menyeberang dan membawa tentaranya ke Spanyol dengan kapal-kapal yang disediakan oleh Graf Yulian. Ia mendarat disuatu tempat yang disebut Jabal Tharik (Gibraltar), nama panglima ini. Sampai disana ia menduduki propinsi selatan kerajaan Gothan Barat di semenanjung Iberia dan menguasai beberapa benteng kuat. Dari sana terus maju ke Toledo, Ibu kota kerajaan Gothia.

Karena Roderik ketika itu sedang menghadapi perlawanan dalam nergerinya sendiri di Spanyol Utara, maka dengan secepatnya Roderik mendatangkan 100.000 tentara untuk menangkis Tharik.Melihat musuh amat banyak dan tak seimbang, Tharik minta bantuan tentara kepada Musa.Segeralah Musa mengirimkan bantuan sebanyak 5.000 orang yang berarti jumlah tentara Islam seluruhnya 12 ribu orang, maka terjadilah Perang Xerez.

Perang Xerez.

Dalam perang ini, umat Islam gentar, sebab musuh banyak dan sangat tidak seimbang.Tharik dengan gagah menghidupkan keberanian lasykarnya.Dikatakan, “Kalian di tanah ini lebih sengsara dari pada anak-anak yatim yang sedang menghadapi meja makan orang yang kasar budi.Sungguh musuhmu telah menanti kedatanganmu dengan senjata yang cukup lengkap dan dengan makanan yang berlebih-lebihan. Sedangkan kamu tak mempunyai makanan selain daripada apa yang akan kamu rampas dari musuhmu….!”

Semangat berkobar, Tharik dan tentaranya menyerbu dengan keberanian yang menakjubkan, laksana singa menerkam mangsanya, sehingga beroleh kemenangan.

Putera Witiza ketika itu membantu Tharik, mereka berdua juga membawa tentara yang menyerbu dan membantu Tharik ketika situasi perang sedang berkecamuk.Graf Julian juga membelotkan tentara Roderik sehingga mereka terpecah.Di sinilah Tharik memperoleh kemenangan sangat gemilang dan berhasil menduduki daerah penting Cordova, Granada, Malaga dan maju ke Toledo. Musa bin Nushair kemudian menyusul untuk memperluas wilayah Islam di sana. Tharik memerintahkan agar umat Islam tidak mengganggu gereja-gereja dan biara-biara yang harus diberi kemerdekaan seluas-luasnya dalam menjalankan agamanya.

Cara Penyebaran Islam.

Civil efec atau akibat sampingan dari ajaran Islam bahwa Islam mengenal ajaran “Tidak ada paksaan dalam agama Islam”, mendorong para penguasa Islam bersifat toleransi dalam masalah agama.Agama lebih menonjil disebarkan lewat misi da’wah dan tugas budaya.

Pertama, setelah Tharik bin Ziad mampu menguasai daerah-daerah penting di Andalusia seperti Cordova, Malaga, Granada, Toiedo, ternyata ia bersikap toleransi dan demokrasi dalam hal keyakinan bangsa yang telah ditundukkannya. Tharik memerintahkan agar para pejuang muslim tidak mengganggu gereja-gereja atau tidak menghancurkannya dan tidak mengganggu para biara atau membinasakannya, adalah sangat melegakan penduduk atau bangsa yang kalah perang, sehingga kemerdekaan mereka terjamin, keyakinan mereka terpelihara. Ini yang kemudian orang tertarik pada Islam, bahkan lebih suka dibawah kekuasaan Islam ketimbang raja-raja Kristen.Mereka banyak memeluk Islam dengan kesadaran dan bukan terpaksa.

Kedua, pengembangan Islam dengan tugas budaya, yakni kota-kota besar yang ditaklukkannya dijadikan pusat-pusat pendidikan dan panggilan sumber budaya, sehingga berkembang ilmu pengetahuan Islma dan banyak orang tertarik masuk Islam setelah mereka belajar berbagai ilmu pengetahuan yang dikembangkannya.

Membangun kekuatan pemerintahan adalah tugas Negara untuk menjamin kesejahteraan rakyatnya.Maka dibangun pula angkatan perang yang sangat tangguh yang tugasnya mengadakan penjagaan kemamanan Negara dari dalam dan dari luar, terutama kerajaan Kristen yang selalu ingin menjatuhkannya.Dijaga pula batas-batas Negara, hingga terjadi perluasan kekuasaan Islam dalam rangka menyampaikan misi Islam yang ketika itu sampai ke balik bukit Pyrenia, yakni Prancis

Baca tulisan yang terkait:

kata kunci:

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd
Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.
Chat WA langsung