Pengertian hakim, syari’at, hukum tasyri’ dan hukum syar’i

Posted on : 23 September 2011 | post in : Ushul Fiqih |Leave a reply |

PENGERTIAN HAKIM, SYARI’AT, HUKUM TASYRI’ DAN HUKUM SYAR’I

PENGERTIAN HAKIM

Hakim artinya pencipta hukum atau yang menetapkan hukum yaitu Allah dan yang menyampaikan hukum itu para rosulNya, dan selanjutnya syari’atlah yang menjadi hakim.

Jumhur ulama telah sepakat bahwa hakim itu adalah Allah sebahgaimana firman Allahsuratal-an’am ayat 57 yang artinya:

“………….menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah, Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik”.

PENGERTIAN SYARI’AT

Syari’at adalah hukum yang telah dinyatakan dan ditetapkan oleh Allah sebagai peraturan hidup manusia untuk diimani, diikuti, dan dilaksanakan oleh manusia di dalam kehidupannya.

Syari’at ada dua:

  1. Syari’at Samawi: kumpulan hukum yang ditetapkan oleh allah untuk diambil dan dilaksanakan oleh manusia yang dibawa melalui rosulNya.
  2. Syari’at Wadhi: kumpulan hokum yang dibuat oleh seseorang atau kelompok manusia untuk dijadikan dasar  dalam kehidupan.

PENGERTIAN HUKUM TASYRI

        Tasyri” yaitu penetapan syari’at atau pembentukan undang-undang untuk peraturan hidup manusia.

Tasyri pada zaman Rosul:

  1. Penetapan qoidah-qoidah yang bersifat umum
  2. Menjelaskan ayat-ayat mujmal
  3. Mengikatkan dan mengertikan ayat-ayat yang umum kepada pengertian yang khusus.
  4. Membatalkan (menasikhkan) ayat-ayat yang harus dinashikhkan.
  5. Memberikan nash terhadap illat atau menghubungkan pokok dengan cabang.

 PENGERTIAN HUKUM SYAR’I

Hukum syar’I menurut bahasa yaitu menetapkan sesuatu atas yang lain, sedangkan menurut istilah adalah “Sesuatu ketentuan dari yang menentukan syari’at yang bertalian dengan perbuatan orang mukallaf yang didalamnya mengandung tuntutan, kebolehan, dan larangan serta mengandung ketentuan sebab, syarat dan many (larangan) terlaksananya hukum”.

Contoh:

Perbuatan mukallaf yang mengandung tuntutan dalamsurat al-baqoroh ayat 43:

“Dirikanlah sholat olehmu dan keluarkanlah olehmu zakat dan rukulah beserta orang-orang yang ruku’” (al-baqoroh 43)

Perbuatan orang mukallaf yang mengandung larangan dalam surat al-isro ayat 32:

“Janganlah kamu mendekati zina” (s.al-isro 32)

Tujuan hukum Syar’i  yaitu untuk membina masyarakat yang penuh kasih sayang, saling menghormati, tertib, dan menegakkan keadilan atau dengan kata lain demi kebaikan manusia itu sendiri untuk mencapai kebahagian didunia dan di akhirat.

Baca tulisan yang terkait:

kata kunci:

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd
Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.
Chat WA langsung