Mendatangkan kebutuhan dengan amalan atau do’a Nabi Yunus a.s

Mendatangkan kebutuhan dengan amalan Nabi Yunus a.s

Banyak hadits yang menerangkan apabila seseorang muslim memohon kepada alloh dengan doanya Nabi Yunus, maka do’anya mustajab akan dikabulkan.

Adapun amalannya yaitu:

“LAA ILAAHA ILLAA ANGTA SUBHAANAKA INNII KUNGTU MINADHDHOOLIMIIN”

Dikalangan tarekat qodiriyyah wan naqsyabandiyyah suryalaya untuk amalan ini sudah tidak asing lagi, karena jamaah tarekat qodiriyyah naqsyabandiyyah memiliki wirid rutin yang dinamakan khotaman qodiriyyah wan naqsyabandyah yang di dalamnya termasuk ada amalan Nabi Yunus yang di baca sekian kali. Ketika seorang yang sedang proses belajar tarekat ia telah memiliki amalan atau wiridan yang sangat kumplit dan memiliki amalan dzikir khusus yang sudah diberikan oleh mursyidnya atau wakilnya kepada orang yang ingin belajar tarekat.

Disini akan dibahas menurut sudut pandang ahli Ilmu Hikmah dan hadits-hadits nabi Muhammad saw.

  1. Diriwayatkan oleh Turmudzi dan Al-hakim dari Sa’ad bin Abi Waqqqsh r.a dari Nabi saw bersabda: “Do’a Dzun nun (Nabi yunus) sedangkan beliau berada dalam perut ikan adalah: “LAA ILAAHA ILLAA ANGTA SUBHAANAKA INNII KUNGTU MINADHDHOOLIMIIN”  tiadalah seorang muslim berdo’a dengannya memohon sesuatu, melainkan pasti dikabulkan alloh baginya”.
  2. Dari Sa’ad bin malik r.a berkata : saya telah mendengar rosululloh saw bersabda: “Nama Alloh azza wazalla. Apabila seseorang berdoa dengannya pasti dikabulkan, dan apabila meminta pasti diberi, adalah do’a yunus bin mata. Aku bertanya: wahai Rosululloh apakah do’a itu untuk khusus untuk Nabi yunus bin mata, atau untuk seluruh kaum muslimin? Beliau bersabda: “Do’a itu itu untuk nabi yunus bin Mata khususnya, dan umumnya untuk kaum muslimin apabila mereka berdo’a dengannya. Bukankah engkau memperhatikan firman alloh yang menyebutkannya, yang  artinya: “”Maka ia menyeru dalam tempat gelap (perut ikan): “LAA ILAAHA ILLAA ANGTA SUBHAANAKA INNII KUNGTU MINADHDHOOLIMIIN” ”Bahwa tidak ada Tuhan selain engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang dzolim,”. Maka kami telah memperkenankan do’anya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikianlah kami selamatkan orang-orang yang beriman”. (Q.S 21 al-anbiya’ 87-88)
  3. Diriwayatkan dari nabi saw. Bahwasanya beliau bersabda: “Barang siapa kesulitan dalam sesuatu, maka berwudlulah dengan baik dan sempurna, lalu sholatlah dua raka’at, lalu salam. Setelah selesai sholat terus bersujud, dalam sujud itu membaca: “LAA ILAAHA ILLAA ANGTA SUBHAANAKA INNII KUNGTU MINADHDHOOLIMIIN” sebanyak 40x sesudah sujud lalu bangun dan berdo’a. Maka alloh ata’ala mengabulkan do’anya”. Sebaiknya sholat dan membacanya ditengah malam.
  4. Sayyid muhammad Haqqi an Nazili mengatakan dalam kitab khozinatul asror ; bahwasanya sebagian masyaikh dari tarekat Naqsyabandy telah mengajarkan kepadaku tentang khasiat ayat dzun Nun, yaitu surat 21 an anbiya’, ayat 87 secara lengkap, yang artinya:” dan ingatlah kisah dzun nun (yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam tempat gelap: “LAA ILAAHA ILLAA ANGTA SUBHAANAKA INNII KUNGTU MINADHDHOOLIMIIN” ”Bahwa tidak ada Tuhan selain engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang dzolim”. Siapa tertimpa suatu kesulitan atau ingin melepaskannya dari bencana atau ingin bermaksud menghasilkannya, maka bacalah ayat tersebut secara lengkap sebanyak 41x tidak kurang tidak lebih, dan tidak diselingi percakapan atau pembicaraan dunia ketika tengah membaca, membacanya sesudah sholat subuh terus menerus rutin sebagai wirid sampai 40 hari lamanya tanpa terputus seharipun. Jika telah selesai sempurna selama 40 hari, maka perhatikanlah bagaimana hasilnya. Insya alloh mujarab dan tidak ragu-ragu lagi.
  5. Menurut sebagian ahli khowash, bahwa siapa yang membiasakan membaca: setiap hari sebanyak 1000x, maka apa yang menjadi hajatnya pasti dikabulkan, dan alloh ta’ala melapangkan rizkinya, melenyapkan kedukaannya, dan baginya dibukakan pintu-pintu kebaikan terpelihara dari kejahatan syetan dan kejahatan dari kekejaman raja atau penguasa, disenagi masyarakat dan berwibawa.
  6. Dan lain-lain

 

Baca tulisan yang terkait:

kata kunci:

Tags:

Related Posts

3 Responses

  1. author

    Adi Lukman1 Mei 2017 at 04:01Reply

    Sangat bermanfaat

  2. author

    lalu muslihin3 Mei 2017 at 14:38Reply

    Alhamdulillah bisa nambah wawasan,, sangat bermanfaat,, syukron utk penulis semoga di muliakan Allah swt,

    • author

      admin4 Mei 2017 at 18:58Reply

      terimakasih

Tinggalkan Balasan