Kerajaan-Kerajaan di Luar Islam dan pengaruhnya Agama Islam

Keadaan Daerah dan Kerajaan-Kerajaan di Luar Islam dan Kaitanya dengan Perkembangan Pengaruh Islam.

Pada jaman Abbasiah, perkembangan Islam meliputi di sekitar kerajaan-kerajaan Islam yang besar, yaitu Kerajaan Islam di Andalusia, yang dikuasai oleh Badur Rakhman Addakhil dan raja-raja sesudahnya dari keturunan Daulat Bani Umayyah. Dengan adanya kekuasaan Islam disana, maka daerah kekuasaan Islam menjadi besar dan dunia Islam menjadi amat luas.

Dunia Islam yang amat luas itu menjadi Super Power yang terpancang pada dua bagian, yakni bagian Timur, adalah Islam yang dikuasai oleh Bani abbasiah, yang pengaruhnya sampai ke Persia, Arabia, Hindia, Afrika Utara, Negara-negara Asia, Yunani, bahkan sampai ke Eropa Timur. Sedangkan di sebelah Barat, adalah dunia Islam yang dikuasai oleh Bani Ummayah yang sangat berpengaruh terhadap negeri-negeri Eropa, sampai ke Eropa Barat.

Perkembangan Islam yang melebarkan sayapnya ke daerah luas Islam tersebut, banyak berkaitan dengan kekuasaan yang sedang berdiri pada kerajaan-kerajaan non Islam, baik di Eropa Timur, Eropa Barat, maupun Persia dan Hindia.Oleh karena itu, banyak hal-hal yang dilakukan oleh para pemimpin Islam ketika itu, suatu kebijaksanaan yang berkaitan dengan politik luar negeri raja-raja Islam, dalam menghadapi kekuatan dari raja-raja diluar daerah Islam tersebut. Sebagai usaha perluasan kekuasaan dan dakwah Islamiyah, adalah sebagai berikut :

Kekuatan Raja-raja Byzantium Romawi Timur.

Ketika Abbasiah di bawah kekuasaan Khalifah Abu Ja’far Al Mansur tahun 138 H, Kaisar Byzantium menyerang wilayah negeri Syam, sehingga terjadi peperangan antara Byzantium dan Abbasiah.Namun serangan Byzantium itu ditangkis oleh pasukan Al-Mansur, sehingga terjadi perjanjuan peletakan senjata selama 7 tahun.

Ketika Abbasiah di bawah kekuasaan Al-Mahdi pada tahun 163 H, Syiria kembali diserang Byzantium, hingga Laskar Islam menjadi kocar-kacir. Maka Khalifah Al-Mahdi, menugaskan Panglima Harun Al-Rasyid yang dibantu oleh Kahlid Al-Barmaky. Tentara ini dapat membalas serangan dan menumbangkan musuh, hingga dapat menguasai benteng terkuat Byzantium, yakni Benteng Smala. Kemudian Al-Rasyid sebagai putra Al-Mahdi, kembali menguasai daerah baru Byzantium sampai ke Selat Bosporus, sehingga Harun Al-Rasyid itu dapat memaksa ratu Irene membayar upeti tiap tahun kepada daulat Islam sebesar 90 ribu dinar pada tahun 165 H, dan lahir pula peletakan senjata kedua belah pihak selama 3 tahun.

Setelah Al-Mahdi wafat dan diganti Harun Al-Rasyid, maka raja-raja Byzantium selalu mengadakan kerusuhan menggangu batas kerajaan Islam. Maka Harun Al-Rasyid, memerintahkan panglimanya yang berbangsa Turki untuk menghadapi masalah tersebut, sehingga pada tahun 181 H, daerah Anggora, Pulau Kreta, Cyprus dan kota Heraclitus, dapat didudukim sehingga mereka membayar upeti sebagai pihak yang kalah terhadap Harun Al-Rasyid. Bahkan kota Tarsus diambil sebagai pusat markas tentara Islam.

Pada waktu pemerintahan Al-Mu’tasim (223 H), ia membalas penyerangan Byzantium. Kekuatan Islam di kota Tursus itu mampu meluas dan mengambil daerah baru, sampai ke kota Amuria, kota besar di Asia Kecil, sehingga kota itu lepas dari ikatan kerajaan Byzantium

Kekuatan Raja-raja Andalusia, Spanyol, Eropa Barat.

Pada saat pemerintahan Abbasiah, selain terdapat kekuatan Islam Andalusia di bawah kekuasaan Bani Umayyah, maka di Eropa Barat masih kuat bercokol raja-raja Kristen di bawah raja-raja Gothia Barat. Al-Manshur sering menggunakan siasatnya, agar raja-raja Eropa Barat tidak bergabung dengan Eropa Timur untuk melawan Abbasiah, maka Abbasiah di bawah Khalifah Al-Mansur, tahun 138 H, bersahabat dengan Pepyn, raja Prancis, dengan bertukar duta dan bingkisan agar ia menghadapi Abdur Rahman di Andalusia. Begitu juga ketika pemerintahan Al-Mahdi, ia bersahabat dengan Raja Eropa Barat, Karel de Grote, tahun 165 H.

Rupanya kekuatan abbasiah itu lebih besar dari Umayyah di Andalus.Sebab itu Harun Al-Rasyid, juga dapat menggunakan politik luar negerinya.Ia menjalin ikatan dengan Karel de Grote, dengan mengadakan perjanjian bahwa Karel akan menghadapi Umayyah dan Rasyid dapat peluang banyak menghadapi Byzantium tahun 181 H.

Kekuatan Daerah Afrika.

Daerah Afrika Utara tidak senang dengan kekuasaan Bani Umayyah pertama di Bagdad, sedangkan kekuasaan Bani Umayyah II di Andalusia tidak mampu mempengaruhinya. Maka ketika Abbasyiah berkuasa, sudah sejak lemahnya Umayyah, Afrika telah melepaskan dirinya seperti  rakyat jajahan. Sehingga mereka mendirikan kekuasaan sendiri di bawah kekuasaan amir-amir Barbar.Karena merka itu lemah, maka amir-amir Barbar dapat dikuasai Abbasiah di bawah pimpinan Al-Mansyir tahun 155 H.

Kekuatan Daerah Hindustan.

Ketika Abbasiah dikuasai Al-Mahdi, disiapkan tentaranya untuk memasuki tanah Hindustan pada tahun 168 H. di sana mereka  menghadapi peperangan, tetapi karena badai mengamuk, banyak yang wafat akibat serangan badai di teluk Persia Hindustan yang masih beragama Hindu itu sempat dihancurkan patung-patung dan kuil-kuilnya.

Yang sangat penting adalah perkembangan pengaruh Islam yang sangat luas terhadap bangsa Eropa, sehubungan dengan penguasa daerah-daerah Eropa Timur oleh Abbasiah.Sebab dengan leluasa, raja-raja dari Khalifah Bani Umayyah dapat menguasai daerah-daerah Eropa; Yunani yang sangat berguna bagi kemajuan pengatahuan Islam yang akhirnya membuat Islam berpengaruh dan kuat disbanding Eropa.Bahkan orang-orang Eropa banyak yang masuk Islam dari hasil perluasan daerah maupun dari hasil pengaruh kemajuan dan pengetahuan Islam, baik dari Bagdad (Abbasiah) maupun dari Andalusia (Umayyah).

Baca tulisan yang terkait:

kata kunci:

Tags:

Related Posts

Tinggalkan Balasan