Kepribadian Sultan Khalifah Bani Abasiah

Posted on : 7 Januari 2016 | post in : Sejarah dan Perkembangan Islam |Leave a reply |

Kepribadian Sultan Khalifah Bani Abasiah.

Sikap politik Daulat Bani Abbasiah berbeda dengan Daulat Bani Umayyah, sebab di dalam daulat Bani Abbasiah pemegang kekuasaan lebih melarat, bukan hanya di pegang oleh bangsa Arab, tetapi lebih demokratis, melihat bahwa kekuasaan itu harus dibagi-bagi dalam segala kekuatan masyarakatnya, maka bangsa Persia juga diberi wewenang untuk memegang kekuasaan, begitu juga bangsa Turki dan lainnya. Adapun para penguasa dalam menjalankan kekuasaannya, lebih mengutamakan kepada pembangunan terhadap wilayah yang dikuasai. Adapun kebijakansanaan yang diambil lebih terperinci adalah sebagai berikut :

  1. Para khalifah tetap keturunan Arab sedang para mentri, gubernur, panglima dan pegawai diangkat dari bangsa Persia.
  2. Kota Bagdad Sebagai ibukota, dijadikan kota internasional untuk segala kegiatan ekonomi, politik, social dan budaya, sehingga berkumpulah bebagai bangsa Arab, Persi, Romawi, Hindia, Zindi, Barbar dan sebagainya.
  3. Ilmu pengetahuan dipandang sebagai suatu yang sangat mulia dan berharga. Para khalifah membuka kesempatan pengembangan ilmu pengetahuan seluas-luasnya.
  4. Rakyat bebas berfikir serta diperoleh hak asasinya dalam segala bidang, seperti akidah, ibadah, filsafat dan ilmu pengetahuan.
  5. Para menteri keturunan Persia diberi hak penuh menjalankan pemerintahan, sehingga merek memegang peranan penting dalam memajukan kebudayaan Islam.
  6. Daulat Abbasiah, berkat usaha khalifah yang sungguh-sungguh membangun ekonominya. Mereka memiliki perbendaharaan yang berlimpah-limpah disebabkan penghematan dalam pengeluaran.
  7. Dari segi social yang meliputi susunan masyarakat keluarga, kehidupan pribadi dan sebagainya, disusun sebagai berikut : Masyarakat dibagi atas dua kelompok, yaitu kelompok khusus dan kelompok umum.Kelompok umum terdiri dari seniman, ulama, fukoha, pujangga, saudagar, pengusaha, kaum buruh dan para petani.Sedangkan kelompok khusus terdiri dari khalifah, keluarga khalifah, pembesar Negara, bangsawan dan petugas-petugas Negara. Pada masa Daulat Abbasiah, rakyat Abbasiah terdiri dari berbagai macam suku bangsa, sehingga banyak percampuran dalam perkawinan yang menghasilkan keturunan Indo yang disebut Taolid.Bahkan banyak juga khalifah dari keturunan Taolid tersebut, seperti Khalifah Musa Al Hadi, Harun Al Rasyid, Ma’mun, Ma’tasyim dan lain-lainnya.Demikian juga di kalangan ulama, seniman dan tentara Taolid.
  8. Dalam pengembangan ilmu pengetahuan, para khalifah banyak mendukung perkembangan tersebut, sehingga banyak buku-buku yang dikarang dalam berbagai ilmu pengetahuan, serta buku-buku pengetahuan berbahasa asing diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Banyak sekali orang muslim yang berkecimpung dalam dunia ilmu pengetahuan, baik di timur maupun barat (Andalusia), sehingga kota Bagdad, Basrah, Kuffah, Damaskus, Fusthot, Andalus dan Kordoba, merupakan pusat ilmu yang ramai dikunjungi para mahasiswa dan sarjana dari Timur maupun Barat (Eropa). Masjid dan madrasah-madrasah dijadikan tempat mempelajari berbagai ilmu.

Baca tulisan yang terkait:

kata kunci:

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd
Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.