Jumlah Rokaat Sholat Tarawih

Posted on : 4 Agustus 2010 | post in : Fiqih Islam,Kajian Hukum Islam |1 Reply |

Sholat Tarawih

JUMLAH RAKAAT SHOLAT TARAWIH

1. Golongan Pertama 8 Rakaat

Berdasarkan Hadits :

‘ An Abi Salamah bin Abdur rohman annahu sa’ala ‘Aaisyata rodliyallahu ‘anha kaifa kaanat sholaatuh rosululloohi wa sallallohohu ‘alaihi wasallama fii romadloona? , faqoolat : “ maa kaana yaziidu fii romaadlona wala fii ghoirihi ‘ala ihda ‘asyrota rok’atan ( R. Bukhori Muslim )

Artinya :

“Abi Salamah bin Abdur Rahman bertanya tentang sholat Nabi pada bulan Ramadhan, Sayyidah Aisyah r.a menjawab : Beliau tidak pernah sholat lebih dari sebelas rakaat baik di bulan Ramadhan maupun (di bulan) lainnya.” ( HR. BukhoriMuslim )

Tanggapan ulama tentang hadist diatas :

Pendapat pertama

Hadits Sayyidah Aisyah tersebut bukan menunjukan jumlah sholat tarawih tetapi menunjukan sholat witir, karena para ahli hadits mengatakan bahwa paling banyak sholat witir itu sebelas rakaat berdasarkan hadits Aisyah diatas dan sholat witir itu  dilaksanakan di bulan Ramadhan juga di bulan lainnya. Sedangkan sholat tarawih hanya di bulan Ramadhan saja.

Pendapat kedua

Pernyataan Sayyidah Aisyah r.a itu dimaksudkan mengkabarkan tentang sholat Nabi SAW menurut sepengetahuan beliau. Dengan demikian ada kemungkinan beliau Nabi SAW melakukan sholat lebih dari sebelas rakaat diluar sepengetahuan St. Aisyah seperti yang telah dibuktikan oleh Zaid dan Ibnu Abbas sama halnya dengan pernyataan St. Aisyah bahwa ia tidak pernah melihat Nabi melakukan sholat duha yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Padahal dalam shohih Muslim itu pula Ummu Hanik melihat Nabi SAW melakukan sholat duha 8 rakaat dengan demikian jelaslah bahwa hadits Aisyah r.a tidak membicarakan sholat tarawih sama sekali.

Pendapat ketiga

Hadits ini tidak dapat dijadikan hujjah, karena ada beberapa illat (cacat), sebagai berikut :

a. Hadits ini kontras, pada awalnya menunjukkan sudah witirnya rosululloh karena akhir dari hadits itu St. Aisyah bertanya dengan kata-kata

( Atanaamu qobla an tuutiro ?)

“Wahai rosululloh, apakah engkau akan tidur sebelum sholat witir yang sebelas itu?.” Yang menunjukkan belum witir namun hal ini tidak diketahui banyak orang karena hadits ini sering disampaikan sepotong saja. Hadits yang sebenarnya jika tidak dipotong :

‘An Abii salamatabni Abdirr rohmani annahu sa’ala ‘Aaisyata rodliyallohu anha kaifa kanaanat sholaatu rosuulillaahi sholallaahu ‘alaihi wa sallama fii romadloona ?, fa qoolat : “ maa kaana yaziidu fii romamadloona walaa fii ghoirihi ‘ala ihda ‘ asyrota rok’atan , yusholli arbaan falaa tas ‘al ‘an husnihinna wa thuulihinna, tsumma yu sholla tsalatsan. Qoolat ‘Aaisyatu :fa qultu : yaa rosuulullohhi, atanaamu qobla an tuutiro ? , faqoola : Yaa ‘Aaisyatu , inna ‘ainayya tanaamaani walaa yanaamu qolbii “ ( R. Bukhori Muslim )

Artinya :

“Abi Salamah bin Abdur Rahman bertanya tentang sholat Nabi pada bulan Ramadhan, Sayyidah Aisyah r.a menjawab : Beliau tidak pernah sholat lebih dari sebelas rakaat baik di bulan Ramadhan maupun (di bulan) lainnya, beliau sholat empat rakaat, jangan tanya bagus dan lamanya, kemudian sholat lagi tiga rakaat. Saya bertanya : “Wahai rosululloh, apakah engkau akan tidur sebelum sholat witir?”, beliau menjawab : Wahai Aisyah, mataku tidur, namun hatiku tidak tidur.” (HR. Bukhori Muslim)

b. Hadits itu mudtorib (simpang siur) karena ada beberapa riwayat dari Sayyidah Aisyah yang berbeda-beda sebagai berikut diantaranya :

– Hadits Sayyidah Aisyah diatas menunjukkan bahwa Nabi sholat malam tidak lebih dari sebelas rakaat di bulan Ramadhan juga di bulan lainnya..

– Sedangkan hadits yang lain Sayyidah Aisyah berkata :

“Beliau sholat malam tiga belas rakaat, kemudian sholat dua rakaat yang ringan-ringan setelah mendengar adzan subuh.”

Dua hadits diatas dan ada riwayat-riwayat lain dari Sayyidah Aisyah yang tumpang tindih, yang tidak dapat dikompromikan.

. Hadits tersebut bertentangan dengan hadits lain.

– Hadits Zaid bin Kholid yang menunjukkan sholat Nabi SAW tiga belas rakaat termasuk witir satu rakaat, beliau berkata :

“Akan aku amati betul-betul sholat Nabi SAW lalu aku berbantal ambang pintu beliau. (Saya lihat) beliau berdiri sholat dua rakaat yang lama lalu dua rakaat lagi agak pendek, lalu dua lagi agak pendek lagi, lalu dua lagi agak pendek lagi, lalu dua lagi agak pendek lagi, lalu dua lagi agak pendek lagi, kemudian sholat witir. Maka jumlahnya tiga belas rakaat.” (HR. Muslim dan lainnya).

2. Golongan 20 Rakaat

Amalan sholat tarawih 20 rakaat yang dianut dan disepakati oleh seluruh para sahabat Nabi SAW juga para Imam Mazhab Imam Syafi’i, Imam Hanafi, Imam Hambali.

– Ibnu Abbas r.a berkata : “ Beliau Nabi SAW sholat pada bulan Ramadhan dengan dua puluh rakaat.” (HR. abu Bakar Abdul Aziz di dalam kitab ASSyafi).

– Iman Thobroni dan Ibnu Humaid meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a bahwa Nabi SAW sholat pada bulan Ramadhan dua puluh rakaat lalu sholat witir.” Dalam riwayat lain bagi keduanya dan Imam Baihaqi dengan tambahan kata-kata : “Tidak berjama’ah”.

Dua riwayat dari Ibnu Abbas r.a ini telah menunjukkan bahwa tarawih Nabi SAW adalah dua puluh rakaat. Hadits ini menjadi sangat kuat didukung ijma’ sahabat dan ulamat salaf dan kholaf. Dan kemungkinan besar hadits inilah yang menjadi batu pijakan Sayyidina Umar r.a.

Didalam Kitab Darul Mukhtar diterangkan bahwa Abu Yusuf bertanya pada Imam Abu Hanifah r.a tentang apa yang dilakukan Sayyidina Umar r.a, beliau menjawab : Tarawih adalah sunnah muakkadah, Sayyidina Umar tidak mengada-ngada dari dirinya sendiri. Beliau tidak melakukan bid’ah. Beliau tidak memerintahkan hal itu melainkan ada dasar dari rosululloh SAW dan tidak ada riwayat bahwa ada seseorang yang ingkar pada ketetapan ini.

“Allah tidak mempersatukan (ijma’) umatku atas kesesatan, tangan Allah diatas persatuan (ijma’) orang yang menyimpang (dari ijma’) ia menuju ke neraka.” (HR. Turmudzi dari Ibnu Umar).

– Said bin Yazid r.a berkata : “Mereka melakukan sholat pada masa Sayyidina Umar bin Khattab r.a di bulan Ramadhan dua puluh rakaat. Mereka membaca dua ratus ayat. Pada masa Sayyidina Usman r.a mereka berdiri dengan tongkat karena berdiri lama.” (HR. Baihaqi)

– “Imam Baihaqi meriwayatkan dari Sayyidina Ali r.a tentang sholat Ramadhan dua puluh rakaat.”

Dengan dalil-dalil diatas dapat diketahui dengan jelas bahwa tarawih dengan dua puluh rakaat sudah menjadi ijma’ fily dari Khulafa’ Rosyidin yang lebih kuat daripada ijma’ qayliy dan ijma’ sukuti. Nabi SAW bersabda :

“Orang yang hidup dari kamu akan menemukan perselisihan yang banyak, maka berpegang teguhlah dengan sunnahku dan sunnah Khulafa’ Rasyidin yang pasti benar. Gigitlah erat-erat dengan gigi geraham, tinggalkan hal-hal yang baru (yang berselisih dengan aku dan Khulafa’ Rasyidin) karena setiap bid’ah itu sesat.”

“Tidak pernah orang mengatakan dalam suatu urusan, lalu Umar berkata lain melainkan Al-Qur’an turun seperti yang dikatakan Umar.” (HR. Ibnu ‘Asakir dari Ibnu Umar)

“Sungguh diantara umat sebelum kamu ada orang-orang yang dibicarai Allah. Bila diantara umatku ada, maka dia itu Umar.” (HR. Ahmad dan Bukhori dari Abu Hurairoh dan Muslim dan lainnya dari Muslim)

Tanggapan ulama :

1. Nabi SAW tidak menetapkan jumlah rakaat sholat tarawih.

2. Sholat tarawih dengan dua puluh rakaat adalah sunnah fi’liyyah (perbuatan) Nabi SAW.

3. Sholat tarawih dengan dua puluh rakaat adalah ijma’ sahabat dan ijma’ fi’liy dari Khulafa’ Rosyidin yang sudah pasti benar.

4. Dari sekian banyak pendapat itu, tidak ada yang berpendapat bahwa rakaat tarawih itu kurang dari dua puluh rakaat.

3. Golongan 36 Rakaat

Shalat taraweh 36 rakaat dianut oleh mazhab-mazhab Maliki. Dizaman Kholifah Umar bin Abdul Aziz, pelaksanaan sholat tarawih itu ditingkatkan menjadi 36 rakaat. Hal Ini terjadi di Madinah.

4. Golongan 41 Rakaat

Di dalam kitab ‘Umdatul Qari ‘Ala Syarhi Shahih Al Bukhori dikatakan bahwa ada yang mengatakan bahwa tarawih itu disunnahkan 41 rakaat (yakni dengan witir).

Di dalam kitab Almajmu’ diterangkan bahwa Aswad bin Yazid melakukan sholat tarawih 40 rakaat plus witir tujuh rakaat. Dan Nafi’ berkata Aku dapatkan orang melakukan qiyamu Ramadhan tiga puluh sembilan rakaat termasuk tiga rakaat witir.

WALLAAHU ‘ALAM

Bagaimana memenurut anda jumlah rokaat sholat tarawih?

Silahkan baca juga sholat sunat lainnya selain sembahyang tarawih

Baca tulisan yang terkait:

kata kunci:

Tag: , , , , , ,

One Comment

  1. Aidul Fitriawan berkata:

    a good article,,,,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd
Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.