Jual Beli Menurut Pandangan Islam

Jual Beli

Hukum Jual Beli

Hukum Jual Beli disyariatkan di dalam Al-qur’an S.al-Baqoroh ayat 275 :

“Padahal Alloh telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”

Dalam hadits rosululloh saw :

“Pihak membeli dan pihak menjual memiliki hak khiyar (memilih) selama keduanya belum berpisah.” (muttafaq ‘alaihi, bukhori muslim)

Hikmah jual Beli

Disyariatkan jual beli memiliki hikmah tersendiri yaitu:

Mengantarkan manusia kepada pencapaian kebutuhannya tentang sesuatu yang ada ditangan saudaranya tanpa kesulitan dan madharat sehingga aman, maslahat dan mendapat ridlo Alloh.

Rukun Jual Beli

Rukun jual Beli itu ada 5 perkara:

  1. Penjual ini harus pemilik sempurna dari barang yang dijualnya, atau orang yang mendapat izin menjual barang orang lain dan berakal sehat, bukan orang boros.
  2. Pembeli ini adalah orang yang diperbolehkan menggunakannya bukan anak kecil yang tidak mendapat izin.
  3. Barang yang dijual. Hendaklah barang yang dijual barang yang dibolehkan, suci dapat diserahterimakan kepada pembelinya dan kondisinya diberitahukan kepada pembelinya, meski hanya gambarannya saja.
  4. Kalimat transaksi. Yaitu ijab dan qabul misal “ juallah barang ini kepadaku.” Penjualnya berkata “ Aku jual barang ini kepadamu” atau dengan sikap yang mengisyaratkan transaksi. Misalnya pembeli berkata “ juallah pakaian ini kepadaku.” Kemudian penjual memberikan pakaiannya kepada pembeli. Si pembeli berkata: “aku terima barangnya dan ini uangnya aku berikan kepadamu” dan penjual menjawab ; “aku terima uangnya dan engkau terima barangnya”.
  5. Adanya keridloan diantara kedua belah pihak. Tidaklah sah jika jual beli yang dilakukan tidak ada keridloan diantar dikedua belah pihak. Dalan hadits dengan sanad yang baik, Sabda rosululloh saw. : “jual beli itu dianggap sah karena ada keridloan.” (HR. Ibnu Majah)

 

Syarat Jual Beli yang dianggap sah

Jual beli dianggap sah jika sifat yang disyaratkan  terpenuhi dan jika tidak terpenuhi maka jual beli tidak dianggap sah. Misalnya: pembeli baju warnanya minta persyaratan warna hijau atau pembeli rumah mensyarati pintunya dibuat dengan kayu jati dll.

Termasuk sah juga  hukumnya mensyaratkan adanya suatu manfaat tertentu didalam jual beli. Misalnya si penjual rumah mensyaratkan untuk menempati rumah yang dijualnya tersebut selama satu bualan dahulu. Karena jabir r.a pun ketika menjual untanya kepada rosululloh saw maka ia mensyaratkan ia diperbolehkan menaiki unta yang telah dijualnya itu hingga tiba di tempat tujuannya.

Syarat Jual Beli yang dianggap tidak sah

  1. Mengumpulkan dua persyaratan dalam satu akad jual beli. Misalnya: pembeli mensyaratkan, bahwa kayau bakar yang dipesannya itu sudah dibelah dan juga mensyaratkan supaya mengantarkannya., berdasarkan dalam hadits ini yang telah dishahihkan oleh para ulama yaitu sabda rosululloh saw.: “ Tidak dihalalkan menyatukan pinjaman dan penjualan, dan tidak pula menyatukan dua persyaratan dalam satu akad jual beli.” (HR.Abu Daud dan at-Tirmidzi)
  2. Mensyaratkan sesuatu yang meruksak asal hukum jual beli (boleh). Seperti penjual binatang ternak mensyaratkan pembeli tidak menjualnya kembali, atau tidak menjualnya kepada si A, atau tidak menghadiahkannya kepada si B. Atau sipenjual mensyaratkan kepada pembelinya supaya dipinjami atau dijual kepadanya suatu barang, berdasarkan sabda Nabi saw, : “ Tidak dihalalkan menyatukan pinjaman dengan penjualan dan tidak pula menyatukan persyaratan dalan satu akad jual beli serta tidak menjual suatu barang yang yang bukan milikmu.” (HR.Abu Daud dan at-Tirmidzi)
  3. Persyaratan batil yang akadnya dianggap sah namun syarat tersebut dianggap batal. Misalnya penjual mensyaratkan tidak dirugikan saat menjual kepada pembeli, atau penjual mensyaratkan kepemilikan barang yang dijualnya kepadanya. Persyaratan tersebut batal tetapi jual belinya dianggap sah.. sebagaimana sabda Nabi saw, “ Barangsiapa yang mengsyaratka suatu persyratan yang tidak terdapat dalam kitab dan sunnah maka persyaratan tersebut dianggap batil, meskipun seratus persyaratan.” (HR.Bukhori dan Abu Dawud)

Silahkan juga baca artikel selanjutnya: Macam-macam jual beli yang dilarang menurut Islam

Baca tulisan yang terkait:

kata kunci:

Tags:
Rate this article!

Related Posts

Tinggalkan Balasan