Filsafat Al-Farabi

Filsafat 1

AL-FARABI DAN PEMIKIRANNYA

Nama aslinya adalah Abu Nasr Muhammad Al-Farabi, beliau dilahirkan di Wasij, Farab (transoxania) tahun 870 M dan beliau meninggal diusia 80 tahun di Aleppo tahun 950 M. Beliau berasal dari turki dan orang tuanya adalah seorang jendral; ia sendiri pernah menjadi hakim.

Beliau berpendapat bahwa filsafat tidak boleh dibocorkan ke tangan orang yang awam. Filosof harus menulis filsafat dengan bahasa yang tetap, supaya tidak bisa diketahui oleh sembarang orang, dengan demikian iman mereka tidak kacau.

BUAH PIKIRAN AL-FARABI:

  1. 1.           Filsafat Emanasi atau Fisafat tentang pancaran.

Menurut Al-Farabi, Tuhan itu memiliki sifat Maha Satu, tidak berubah, jauh dari materi, jauh dari pengertian banyak, Maha Sempurna dan tidak memerlukan kepada apapun dan siapapun. Menirut beliau Alam materi yang banyak ini terjadi dengan cara emanasi atau pancaran yakni Tuhan sebagai wujud pertama dengan mengalami tahap-tahap pemancaran itu, dimana setiap tahap pemancaran terjadilah suatu alam materi tertentu, demikian seterusnya sehingga sempurnalah kejadian alam materi.

  1. 2.         Filsafat Kenabian

Dalam Islam ada yang namanya malaikat, dan dalam istilah filosof malaikat itu adalah “akal kesepuluh”. Filosof-filosof menurutnya mengetahui hakikat-hakikat karena dapat berkomunikasi dengan akal sepuluh. Begitupun nabi atau Rosul demikian pula dapat menerima wahyu karena mempunyai kesanggupan untuk mengadakan komunikasi dengan akal kesepuluh. Namun, dalam kedudukan menurut Al-Farabi Nabi dan Rosul itu lebih tinggi kedudukannya daripada filosof dikarenakan Nabi dan Rosul itu memiliki kemampuan komunikasi dengan akal sepuluh terjadi karena atas pilihan atau pemberian Tuhan. Sedangkan filosof dapat mengadakan komunikasi itu atas usaha sendiri yaitu dengan latihan (riyadloh dalam tasawuf).

Al-Farabi mengatakan, Pengetahuan filsafat yang dimiliki filosof dan wahyu yang diterima Nabi tidak saling bertentangan karena  pengetahuannya diperoleh dari sumber yang sama, yaitu akal kesepuluh.

  1. 3.         Teori politik

Didalam bukunya “Aro Ahlal Madinah al-Fadlilah” menjelaskan bahwa dalam kota (masyarakat) kepada masing-masing anggota harus diberikan kerja yang sepadan dengan kesanggupan masing-masing. Dan pekerjaan yang terpenting dalam masyarakat menurut beliau adalah pekerjaan kepala masyarakat, yang dalam tubuh manusia serupa dengan pekerjaan akal karena kepalalah sumber dari segala peraturan dan keharmonisan dalam masyarakat. Ia harus bertubuh sehat, dan kuat, pintar, cinta pada ilmu pengetahuan dan pada keadilan.

Itu salah satu pemikiran Al-Farabi silahkan anda kunjungi pemikiran filsafat lainnya di antaranya filsafat Al-Ghazali, Filsafat Ibnu Rusyd, Filsafat Al-Kindi, Filsafat Ibnu Sina

 BAGAIMANA MENURUT ANDA TENTANG PEMIKIRAN ATAU FILSAFATNYA AL-FARABI?

Baca tulisan yang terkait:

kata kunci:

Tags:
Rate this article!
Filsafat Al-Farabi,5 / 5 ( 1votes )

Related Posts

One Response

  1. author

    reza20 Desember 2010 at 05:06Reply

    good

Tinggalkan Balasan