Pengertian istihsan dan kedudukannya sebagai sumber hukum islam

Posted on : 10 Oktober 2013 | post in : Ushul Fiqih |Leave a reply |

Pengertian Istihsan Istihsan menurut bahasa artinya “Menganggap sesuatu itu baik” sedang menurut istilah Ulama Ushul Fiqih adalah: “Istihsan, ialah berpindahnya seseorang mujtahid dari hukum yang dikehendaki oleh qiyas Jally (terang) kepada hukum yang dikehendaki oleh qiyas khafy (samar), atau dari hukum kully (meliputi) kepada hukum yang bersifat pengecualian karena dalil yang dhahir pada akalnya yang […]

Macam-macam qiyas

Posted on : 9 Oktober 2013 | post in : Ushul Fiqih |Leave a reply |

MACAM-MACAM QIYAS Qiyas itu ada tujuh macam, yaitu  Qiyas Aulawy Qiyas Musawi Qiyas Dilalah Qiyas Syabah Qiyas Jally Qiyas Khafi, Qiyas Adwan. Pengertian-pengertian 7 qiyas diatas : Pengertian Qiyas Aulawi (lebih-lebih) = Fahwal Khitbah. Qiyas Aulawi, ialah : “Yang keadaan illatnya menetapkan adanya hukum, sementara cabang lebih pantas menerima hukum dari pada ashal”. Dengan kata lain “Sesuatu yang […]

Pengertian taqsim, tankiihul manath, takhrijiul manath dalam ilmu ushul fiqih

Posted on : 8 Oktober 2013 | post in : Ushul Fiqih |Leave a reply |

Pengertian Taqsim Taqsim, yaitu menunjukkan apa yang sebaliknya dimiliki oleh setiap orang maupun oleh masyarakat, menurut pertimbangan kebaikan agar perjalanan hidup manusia menurut jalan dan cara yang sebaik-baiknya yang berlaku dalam ibadah, kebiasaan, muamalat, dan jinayat, seperti menutup aurat, larangan menggunakan barang najis dan menghindarkan kesulitan. Pengertian  Tankiihul Manath kata kunci:pengertian taqsimtaqsimpengertian taksimmakalah taqsimDefenisi taqsimapa […]

Wasalikul illah atau cara mengetahui illat

Posted on : 7 Oktober 2013 | post in : Ushul Fiqih |Leave a reply |

WASALIKUL ILLA atau  Cara-cara Mengetahui Illat Dimaksud dengan cara-cara mengetahui illat, ialah jalan-jalan yang harus ditempuh untuk dapat menetapkan bahwasannya washaf yang ada pada sesuatu adalah illat bagi hukum, hal ini dapat diketahui dengan cara-cara sebagai berikut: Melihat dan menetapkan nash baik secara langsung atau tidak (Illat masyukh alaiha):  Illat yang langsung dengan perkataan jelas (Sarihun […]

Penjelasan untuk Rukun qiyas, syarat hukum ashal, syarat hukum far’u, syarat ashal hukum dan syarat illat

Posted on : 6 Oktober 2013 | post in : Ushul Fiqih |Leave a reply |

Rukun Qiyas ada empat, yaitu Masalah yang telah ada hukumnya berdasarkan nash, masalah ini disebut “ASHAL”, Maqis Alaihi, Musabbah bih, atau mahmul alaihi. Masalah baru yang belum ada hukumnya berdasarkan nash. Masalah yang dicari hukumnya berdasarkan qiyas, maka dinamai “FAR’U”, Maqies, Mahmul, atau Musabbah. Pada Ashal hukum harus telah ada, dengan kata lain hukum yang […]

Theme Designed Bymarksitbd
Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.
Chat WA langsung